Kamis, 30 Agustus 2018

Tanpa Judul | Sajak

Sulit terpejam kedua bola mati ini ..
Dengan kelopak yang masih menggantung
Menghadap di langit-langit hijau kamar tidurku
Sejenak terlintas sedikit kenangan yang lalu

"
Dimanakah kamu? Apa kabarmu saat ini?
Masih ingatkah padaku yang pernah merindu?
Tidak, kau tidak mungkin mengingatya
Tidak sekatapun kau akan ingat panggilan suara
Yang tiap malan sering ku deringkan untukmu

Aku lelah mengingatmu, aku lelah mengenangmu
Tidak bisakah kau pergi saja dari kepalaku?
Iya pergilah, aku memintamu untuk pergi
Tidak bisa pergi? baiklah, tetap disitu lalu diam

Ah! kau mulai mengacau lagi!
Aku kan sudah memintamu untuk diam
Tapi kau malah terus berjalan, berjalan, bahkan lari
Ya sudah aku tidak akan memaksa apa-apa lagi
Lakukan apa saja sesukamu

Aku ingin tidur, istirahat
Lelah seharian aku mencari kesibukan
Kau tidak akan mengerti semua ini pastinya
Baiklah aku benar-benar ingin pejamkan mataku
"

Ness, 30 Agustus 2018

Jumat, 24 Agustus 2018

Pada Satu Titik | Sajak

Ingatkah ketika Tuhan telah mempertemukan kita pada satu titik
Ia memberikan kesempatan padaku dan padamu untuk saling berbisik
Membiarkan rasa yang mengusik untuk beradu di ruang rindu
Menghempaskan semua yang tak baik menjadikanya tak meragu

Aku selalu ingat bagaimana senyum manis itu kau padukan
Membekas lembut, merajut di dalam seluruh ingatan
Tanpa sadar akalku mulai berfikir terlampau jauh, jauh sekali
Apa dan bagaimana caraku untuk dapat bersanding di sisi

Pada mulanya aku tak pernah paham apa itu menyayangi
Dengan perlahan mencoba untuk membiarkannya berjalan beralur
Hingga pada akhirnya baru ku sadari arti setelah tak lagi dicintai
Ketika aku akan maju namun nyatanya kau meminta untuk mundur

Kerajaanku telah runtuh yang bahkan baru ku bangun pula
Dan pada akhirnya kembali pada sang pemberi mahkota aku bertahta


Ness, 24 Agustus 2018

Rabu, 22 Agustus 2018

Hujan Malam | Sajak

Hujan Malam | Sajak


Apakah kau tahu bila malam ini akan turun hujan?
Tentu saja kau tidak akan menyangkakan itu
Awalnya bulan dan bintang venus saling menatap
Lalu mereka hilang terpisahkan, tertutup oleh awan

Ah, pelangi nanti tak akan timbul setelah hujan reda
Jangan berharap kilauan warna melengkung itu hadir
Iya, apa yang kau harapkan? biasan dari cahaya?
Tentu lampu-lampu malam tak mampu melakukannya

Tapi tenang saja, tak selamanya hujan malam itu menyedihkan
Ia mampu menghadirkan dingin yang sejuk
Lalu memberimu waktu untuk menenangkan diri di atas kasur empuk
Terlelap, dan kamu akan sadar jikalau selimut itu hangat



Kota Baru, 22 Agustus 2018

Rabu, 15 Agustus 2018

Tanda Tanya | Puisi

Tanda Tanya

Rindu, tidak hanya tersebut namun juga terlarut
Pada hati yang dulu pernah ku sambut
Yang membiarkan hati ini terjatuh
Lalu diam bertekuk lutut

Kisah yang mana lagi yang masih ku damba?
Apakah yang telah hilang dan meninggalkan luka?
Sungguh bodoh engkau wahai perasaan
Mengkaji yang hilang dan takkan pernah datang kembali

Dia … Dia yang disana telah bahagia
Dengan pilihan yang ditentukan bapak ibunya
Yang diizinkan atas restu dan cinta kasihnya
Pada lelaki yang dahulu pernah mencintainya

Aku apa…. Aku bukan siapa-siapa
Yang hanya pernah ditemani lalu ditinggal pergi
Aku apa…. Aku bukan apa-apa
Hanya sebiduk yang terombang-ambing
Tanpa tahu kemana arahnya



Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 15 Agustus 2018


Senin, 13 Agustus 2018

Karna Bahagiamu Bahagiaku | Puisi

Karna bahagiamu .. bahagiaku ...


Tak sanggup lagiku menahan perasaan ini
Yang menjadikanku seorang
Yang gila akan cinta kasih

Ruam mata ini mengalirkan beningnya air mata
Yang begitu dalam mengalir di pipi
Bersiap melepas rindu yang mengurai jiwa
Dan engkau, telah disana dengan pilihan yang kau mau

Meski harapan ini masih seperti dulu
Do’aku untukmu semoga engkau bahagia
Karna bahagiamu .. bahagiaku ...


Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 26 Desember 2016


Minggu, 12 Agustus 2018

Sisi Tahtaku | Puisi

Sisi Tahtaku

Hati ini begitu kaku
Lama tidak ku jamah apa itu rasa cinta

Dan pernah sekali ku mencoba
Aku meminta satu
Karnapun kau juga mengharapkan yang sama
Namun akuu gagal di awal titik temuku
Waktuku habis termakan kediamanku

Kau yang pernah menjadikanku raja yang lemah
Diatas kerajaan harapan yang aku bangun
Tak apa, aku rela
Namun, harapku satu
Kembalilah bersamaku dan menjadi permaisuri
Di sisi tahtaku ini



Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 26 Desember 2016


Sabtu, 11 Agustus 2018

Rap Mantan | Lirik Rap

Dulu hati tak berkeluh
Satu hati tak tersentuh
Kian lama jadi jatuh
Cinta kita tak setubuh

Biar hilang biar pergi
Yang tlah hilang tak kembali
Bila sudah sudah mati
Tak terulang berulang kali

Aku benci aku bukan
Hanya sbuah pelampiasan
Dulu bergandeng tangan
Berjalan beriringan

Kau peluk kau rengguk
Penuh rasa dalam peluk
Namun hilang kini hilang
Tinggal hanya hanya bayang

-----

Lelah menyimpan kenangan
Menjaga hati tak beralasan

-----

Kenangan yang terkenang
Tak perlu ku pandang
Kau kata kau jaga
Dalam jiwa dengan nyawa

Tak perlu rasa sedih
Berevolusi jadi gigih
Bila pergi tanpa pamit
Takkan aku rasa sakit

Mantan sudah mantan
Putus saja tanpa beban
Mata tatap masa depan
Kau hawa bukan berlian

Kau bilang kau setia
Rupa rupa banyak kata
Thats become the limit
I know you're best in bullshit


Rindu Padanya | Sajak



Yang lalu biarlah berlalu, kata-kata semu yang selalu terngiang di kepalaku. "Benarkah? mampu kah aku membiarkan itu berlalu begitu saja?", itu yang selalu aku gumamkan pula.


Aku terbayang pada sosok yang pernah kurindukan, bahkan yang saat ini masih saja terus kurindukan. Pada dia yang sejatinya menjadi tujuan hidupku dulu. Ah, tidak perlu aku terlalu begitu, masihkah rela memberikan hujaman pedang pada tubuh ini hingga sakit, teriris dan perih? Siapa mau?


- Disambung Nanti -

Bahagiaku | Puisi

Bahagiaku


Entah kehidupan yang bagaimana yang aku rindukkan
Yang pasti bukan seperti yang kurasakan saat ini
Aku tidak pernah melupakan janji untuk bahagia
Meski menyandang rindu dalam penantian

Berjuta harapan sudah terlanjur kau hampakan
Dengan alasan yang mungkin sulit ku terima
Yang tidak aku tahu mungkin sebenarnya aku yang salah
Aku masih merindukan bahagiaku dulu


Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 25 Desember 2016

Pemain Ketiga | Puisi

Pemain Ketiga


Hidup ini bagai drama
Peranmu begitu kuat bagai lakon utama
Di kisah cinta hidupku ini
Dan aku hanyalah seorang pemain ketiga

Tidaklah menjadi peran yang indah
Namun tak juga tak berarti apa-apa

Aku yang mencoba selalu ada bagimu
Mungkin tak terlihat jelas bagimu rasaku
Terangpun aku tak pernah mengungka kata
Menunggu waktu yang tepat untuk bicara

Tapi .. terlambat
Aku sadar aku hanya pemain ketiga


Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 25 Desember 2016


Rabu, 08 Agustus 2018

Di Sisi Yang Berbeda | Puisi

Di Sisi Yang Berbeda


Jika terlalu berfikir akannya
Apalah arti sebuah penantian
Demi cinta yang tak mungkin di miliki
Demi rindu yang tak bisa di turuti

Di sisi yang berbeda ..
Orang lain dengan sabar menantikan diri ini
Tapi itupun tak membuat arti apa-apa

Harapan ini sudah terlanjur mendalam
Meski hanya semu yang ku pendam


Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 25 Desember 2016


Sempurna | Puisi

Sempurna


Suatu ketika mata ini
Tak mampu menola untuk bertatap
Berkedip untuk sejenak pun ia enggan

Sosok ayu di depan bagi tak terhalang suatu halpun
Terekam indah di lamunan kekaguman
Wajahnya, senyumnya, hayalkan keasaan

Tak sadari detik waktu ku bersua pandang
Wajah itu yang begitu menawan
Mengerutkan lengkung bibirku ke atas dan bergumam

Sempurna ...


Oleh       : Danang Budi Pramono
Tanggal  : 24 Desember 2016