Minggu, 11 Desember 2016

Seutas Rindu | Puisi

Seutas Rindu


Jika khilafku mungkin terlihat begitu salah untukmu
Apakah tiada kata maaf dan kesempatan kedua karnanya?
Apakah sebatas status yang memisahkan kita
Dan sulit untukmu jujur dan bertindak atas perasaanmu yang sebenarnya

Ketahuilah, Seutas rindu ini masih terngiang di benakku
Menjadi jamur di dinding otak kiriku, terus menyebar dan menjangkit
Hingga sulit untukku melawan menepis rasa sakit
Menantikan kata yang menjadi harapanmu dulu dan harapanku pula

Aku disini .. aku telah memahami, kuharap kau pun sama



Oleh       : Danang Budi Pramono

Tanggal  : 11 Desember 2018

Memutar Waktu | Puisi

Memutar Waktu


Tuhan, indah sekali kata-kata dari bibirnya
Aku tergoda, aku berprasangka akan hatinya

Namun, kini ku terjatuh
Entah apa aku, yg terlalu lama menunggu waktu
Penantian panjangku untuk ia yang aku sayangi
Hingga akhir dari semua ini
Hatinya tak lagi tersirat namaku

Dalam hatiku bertanya-tanya..
Atau mungkinkah janjiku yang tidak ku tepati? ..
Belum, aku belum menjanjikan apa-apa untuknya
Sedikitpun aku tak pernah ingkar..

Nyatanya aku sadar..
Tindakku mungkin keliru, seolah memberi harap untukmu
Tapi itu semua untuk meyakinkan hatiku
Jika cinta yang kau katakan, sepenuhnya untuk diri ini..

Kukira hatimu kokoh, ...
Tapi tidak, penilaianku padamu itu salah,
Jujur aku terluka, dan tangisku pun tak reda

Ku akui salahku, ku akui khilafku
Dan inginku memutar waktu


- DBP | 8 Desember 2016