Rabu, 17 Januari 2018

Drama Musikal Nusantara | Orang Kayo Hitam & Asal Mula Negeri Jambi

ORANG KAYO HITAM DAN ASAL MULA NEGERI JAMBI


Silahkan download MP3 nya di sini,

Sebagai referensi, drama ini dibuat oleh siswa-siswi kelas XI IPA SMAN 4 Merlung, Jambi. Sebagai penampilan pementasan seni 2018


Di sutradai oleh                       : Danang Budi Pramono

Nama pemain                          :

  1. Putri Selaras Pinang Masak
  2. Datuk Berhalo
  3. Anak 1 Rangkayo Pingai
  4. Anak 2 Rangkayo Kedataran
  5. Anak 3 Rangkayo Gemuk
  6. Anak 4 Rangkayo Hitam
  7. Prajurit 1 Melayu
  8. Prajurit 2 Melayu
  9. Raja Mataram
  10. Dayang 1
  11. Dayang 2
  12.   Patih
  13.  Peramal
  14.   Mpu Berjakarti
  15. Mayang Mangurai
  16.  Putri 1
  17.  Putri 2
  18.  Putri 3
  19. Warga
  20. Tumenggung Merah Mato

NARASI KISAH
ORANG KAYO HITAM DAN ASAL MULA NEGERI JAMBI


Alkisah tanah melayu di bumi Nusantara. Seorang Putri dari keturunan Pagaruyung yang memimpin kerajaan melayu bernama Putri Selaras Pinang Masak. Ia menikah dengan seorang saudagar dari Turki yang bergelar “Datuk Paduko Berhalo”. Mereka dikaruniai 4 orang anak, 3 diantaranya, telah menjadi datuk atau pemimpin wilayah di daerah sekitar kuala. Hanya sibungsu yang bernama ‘Orang Kayo Hitam’ yang  lebih memilih memperluas kekuasaan ayahnya sampai kepedalaman.


Pinang Masak : “ Kakanda.. kakanda…?” (memanggil suaminya, si Datuk Berhalo)”.

Datuk Berhalo : “ Ada apa gerangan adinda? Wajahmu terlihat murung.”

Pinang Masak : “ Aku hanya sedikit khawatir. Aku ingin mengumpulkan semua anak-anak kita.”

Datuk Berhalo : “Baiklah akan kupanggilkan mereka semua. Anakku yang pertama, masuklah!”

Anak pertama pun datang..


Datuk Berhalo : “ Wahai anakku yang pertama.. sekarang hidupmu telah bahagia, kau sudah menjadi datuk, dan terima kasih engkau telah memberikanku keturunan yang sangat manis..”

Anak pertama  : “ Terima kasih ayahanda..”

Datuk Berhalo : “ Anakku yang kedua..! Masuk lah!”


Anak ke dua pun datang..

Datuk Berhalo : “ Wahai anakku yang ke dua, kulihat hidupmu sekarang bahagia, kau telah menjadi datuk, dan kau mempunyai keturunan yang sangat lucu..”

Anak ke dua    : “ Terima kasih ayahanda..”

Datuk Berhalo : “ Anakku yang ke tiga..! Masuklah!”

Anak ke tiga pun datang..

Datuk Berhalo : “ Wahai anakku yang ke tiga, kulihat hidupmu sekarang bahagia, kau telah menjadi datuk, dan kau sudah memberiku keturunan..”

Anak ke tiga    : “ Terima kasih ayahanda..”

Datuk Berhalo : “ Anakku yang ke empat! Masuklah!”

Anak ke empat pun datang dengan memperlihatkan kemahirannya dalam ilmu pencak silat. Dia adalah Orang Kayo Hitam. Seorang lelaki yang gagah berani, kuat, dan sakti.      

Datuk Berhalo : “ Wahai anakku yang ke empat, Orang Kayo Hitam.. Akan sempurna keluarga ini jika kamu menjadi datuk, segeralah mencari pendamping hidupmu, dan memberikanku keturunan, seperti kakak-kakakmu..”

Kayo Hitam     : “ Ayahanda.. Saya belum mau menikah, memperluas kerajaan ayahanda ke seluruh tanah melayu, lebih berharga bagi saya. Daripada menjadi datuk atau memiliki anak”

Pinang Masak : “ Wahai anakku Orang Kayo Hitam.. janganlah berpikir begitu, memperluas kerajaan ayahandamu memanglah penting, tetapi pendamping hidupmu itu jugalah penting anakku..”

Kayo Hitam     : “ Baiklah ibunda.. Tetapi, mencari istri itu tidaklah secepat dan semudah itu..”

Pinang masak : “ ibunda mengerti”


Kemudian masing-masing pergi dan yang tertinggal hanya Rangkayo Pingai dan Orang Kayo Hitam. Mereka akan membicarakan tentang kerajaan mereka.

Kayo Hitam     : “ Wahai kando Rangkayo Pingai, apakah kerajaan ini akan selalu berada di bawah kerajaan Mataram? Bukankah kerajaan kita ini bisa berdiri sendiri tanpa kerajaan licik itu?”

Kayo Pingai    : “ Wahai adindo, sesungguhnya aku juga sangat tidak menginginkan itu semua. Tapi.. harus bagaimana lagi? Segala kekuasaan ada di tangan Kerajaan Mataram, jika kita tidak memberikan upeti, mereka akan bertindak sewenang-wenang pada rakyat kita.”

Kayo  Hitam    : “ Mohon maaf kando, tapi aku tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi, kita tidak bisa terus tertindas seperti ini. Maafkan aku jika bertindak lebih jauh”


Ketika mereka sedang membicarakan perihal kerajaan mereka, istri Rangkayo Pingai yang tengah mengandung tiba-tiba mengerang kesakitan, dia meronta-ronta karena merasakan bahwa jabang bayinya akan segera lahir.


Kayo Pingai    : Kamu kenapa istriku?
Istri                  : Sepertinya anak kita sudah bersiap untuk menatap dunia ini kando.

Keputusan Rangkayo Hitam untuk menghentikan pengiriman upeti ternyata telah direncanakannya. Saat pengiriman upeti berlangsung Rangkayo Hitam datang menghadang.

Kayo Hitam     : Wahai penduduk kerajaan, mengirim pekasang pajak dan pekasang keluang adalah haram. Melayu adalah kerajaan dan Mataram juga kerajaan. Kenapa kita harus tunduk?

Prajurit 1 M    : Benar juga ya benar sekali apa yang diucapkan Raden Rangkayo Hitam.

Prajurit 2 M    : Iya , benar sekali

Kayo Hitam     : Kita harus hentikan pengiriman upeti ini. Aku minta kalian kembali ke kerajaan

Prajurit 1 & 2 : Baik Raden

Pernyataan Rangkayo hitam meyakinkan penduduk kerajaan, dan pengiriman upeti dihentikan untuk beberapa waktu.



Di Kerajaan Mataram,
Suasana gaduh terjadi, dan Raja Mataram sepertinya telah merasakan firasat yang kurang baik.

(Raja mataram sedang bersantai di temani selir-selirnya)


Raja Mataram : “ Huuft.. aku sangat lelah.. Dayang! Kipasi aku! Hei dayang! Lelet tenan koyo keong! Aku ki panasen! Cepetan to, Jangkrik!”

Dayang 1        : Injih ndoro, nyuwun ngapunten

Para dayang pun mengipasi Rajanya dengan sekuat tenaga.

Raja Mataram : “ Hei dayang! Aku ki pengen sek aadem-ademan! Udu angin topan! Wesss. Gowokne aku panganan!

Dayang 2        : Injih ndoro,

Sesaat kemudian patih nya pun datang dengan tergesa-gesa..

Raja Mataram : “ hey-hey-hey! Opo meneh iki! Kurang gaji kalian? Kalian iku malah kurang ajar! Ono opo patih?”

Patih                : “ Ampun ndoro.  Ada seseorang yang telah menggagalkan pengiriman upeti kerajaan ndoro”

Raja Mataram : Sopo?

Patih                : wong soko kerajaan Melayu ndoro!”

Raja Mataram : “ Apaa! Kenapa bisa begitu! Bodoh kalian! Kenapa bisa jebol pertahanan kita!, sudah kufirasatkan ternyata benar-benar terjadi”

Patih                : “ Ampun ndoro, orang itu sangat sakti, namanya Orang Kayo Hitam, dia adalah adik dari Rangkayo Pingai pemimpin kerajaan Melayu.”

Raja Mataram : Arghhh, aku tidak mau tahu. Pokok e tumpas orang yang menjadi biang pembangkangan.

Peramal          : Izin bicara ndoro, orang ini amat sakti ndoro, tidak mudah untuk melawannya. Orang Kayo Hitam hanya dapat terbunuh dengan sebilah keris yang terbuat dari 7 jenis logam dari 9 desa, ditempa dalam 40 Jum’at dan disepuh dengan air 12 muara.

Raja Mataram pun mengambil keputusan yang sulit dengan memintakan peramal untuk membuatkan keris kepada mpu tersakti di negeri Mataram kala itu.

Raja Mataram : Baiklah kalau begitu, peramal. Carikan aku pandai besi yang tersakti di negeri ini, dan mintakan ia untuk membuat keris dalam waktu sesingkat mungkin.

Peramal          : Injih ndoro.

Patih dan Peramal pun undur diri.

Belum genap 40 Jum’at, ternyata Orang Kayo Hitam telah mengetahui perihal tentang keris yang akan dibuat untuk membunuh dirinya. Orang Kayo Hitam seorang diri menyamar sebagai pedagang dan berangkat ke Mataram. Dan sampailah ia di tempat empu pembuat keris.


Kayo Hitam     : Permisi Tuan, saya ingin menawarkan dagangan saya kepada tuan
Mpu                 : Pergilah, aku sedang tidak ingin membeli daganganmu.
Kayo Hitam     : Apa yang tuan sibukkan dengan sebilah besi itu?
Mpu                 : Aku sedang membuat keris untuk membunuh seorang yang amat sakti
Kayo Hitam     : Siapa dia?
Mpu                 : Orang Kayo Hitam dari negeri Melayu.
Kayo Hitam     : Urungkanlah niatmu!, akulah Rangkayo Hitam.
Mpu                 : Hah! Kurang Ajar!

Pertempuran pun terjadi yang berlangsung di tengah gelanggang. Pukulan demi pukulan pun diberikan dari keduanya.

(Pertempuran)

Mpu                 : Aaaahhh, aku tertusuk

Pasukan Kerajaan tiba-tiba datang mengepung Rangkayo Hitam, namun dengan gesitnya ia dapat merobohkan seluruh pasukan kerajaan.

Prajurit            : Ayo, kita bunuh dia
Prajurit 2        : Seraaangg!

Segala usaha yang dilakukan prajurit kerajaan sia-sia. Rangkayo Hitam terlampau sakti.
Tak lama kemudian, Raja Mataram pun datang.

Raja Mataram : Sudah-sudah, hentikan pertarungan ini

Raja Mataram : Melihat kesaktianmu, kau memang tak dapat dikalahkan. Aku memutuskan berdamai denganmu dan melepaskan fasal kerajaan Melayu dari Mataram. Terimalah keris ini

Saat penobatan, keris itu digunakan untuk menggonjai rambutnya. Dan ia ditawarkan untuk menjadi wakil di Kerajaan Mataram. Namun ia lebih memilih untuk kembali ke kerajaannya.

Raja Mataram : Sudikah kau menjadi wakil di Mataram wahai Rangkayo Hitam

Kayo Hitam     : Mohon maaf gusti paduka raja Mataram yang agung. Aku tidak dapat menerima tawaran itu. Aku ingin kembali pada rakyatku di negeri Melayu.



Di perjalanannya, ia berhenti di sebuah kampung dibawah kerajaan Malayu. Ia menemukan sehelai rambut. rambut itu panjang  dan tebal, hitam lagi harum, menandakan pemiliknya adalah seorang wanita yang cantik jelita.  Orang Kayo Hitam bermaksud ingin mencari tau siapa pemilik rambut tersebut, dan akan menjadikannya sebagai istri.


Kayo Hitam     : “ Rambut ini harum dan haluuus sekali. Siapakah gerangan pemilik rambut ini? Aah pujaan hatiku.”

Kayo Hitam     : “Permisi.. Maaf saya menggangu, saya ingin menanyakan siapa gerangan pemilik rambut nan panjang lagi harum ini?”

Warga 1          : “ Maaf.. anda siapa? Sepertinya wajah saudara sangat tidak asing.”

Warga itu tidak mengenali sosok Rangkayo Hitam, ia berpakaian layaknya rakyat biasa

Kayo Hitam     : “ Emm.. saya dari negeri seberang, disini hanya singgah sebentar, kebetulan saya menemukan rambut ini, jadi saya bermaksud untuk mencari tahu..”

Warga 2          : “ Ini rambut ratu kami, namanya Mayang Mangurai.”

Warga 3          : “ Benar. Dia sangat cantik, rambutnya panjang, ia ratu yang baik, adil, dan bijaksana.”

Kayo Hitam     : “ Jika diizinkan, boleh saya tahu dimanakah ratu kalian?”

Warga 1          : “ Boleh..”


Belum sempat warga itu menjelaskan, ada dua orang putri pegawai kerajaan datang menghampiri. Kedua putri itu terkenal dengan sifatnya yang, ah sudahlah!


Putri 1             : “ Ada apa ini?

Putri 2             : Siapa engkau wahai pemuda?

Putri 3             : Apa yang kau lakukan disini?”

Kayo Hitam     : “ Hmm..  saya hanya singgah di kampung ini, dan saya ingin mencari pemilik rambut ini.

Putri 2             : “ Itu kan rambut ratu Mayang Mangurai, kenapa engkau mencarinya, kenapa tidak mencariku saja?”

Putri 1             : “ Hey lihatlah! pemuda ini cukup manis dan tampan.. sepertinya aku menyukainya..”

Putri 2             : “Aku juga!”

Putri 3             : “ Kalian  jangan sembarangan! Mana tau dia penjahat.”

Putri 1             : “ Mana ada penjahat setampan ini, yaa walau sedikit hitam..

Putri 2             : “ dan sepertinya dia bukan pemuda biasa”

Kayo Hitam     : “ Maaf.. dapatkah kalian menunjukkan saya letak istana ratu kalian..?”

Semua Putri    : “ Ssssstttt ….. Oh baiklah. Mari kami antarkan..”


            Ratu Mayang Mangurai sedang melihat-lihat keadaan dan lingkungan rakyatnya..


Mangurai        : “ Wahai rakyat-rakyat ku.. aku ingin mengucapkan terima kasih, pada kalian yang setia menemaniku dan menjaga ketentraman Tanah Tumenggung Merah Mato ini dengan amat baik..”

Warga 1          : “ Wahai baginda ratu.. sudah sepantasnya kami seperti ini. Semua ini berkat sang ratu yang sangat bijaksana mempin kami. Namun yang mulia, apa tidak sebaiknya yang mulia mencari pasangan hidup?”

Mangurai        : “Hal demikian tidaklah mudah bagiku, bila aku berpasangan nanti bagaimana aku akan memimpin rakyatku?

Di tengah perbincangan antara Ratu Mayang Mangurai dan rajyatnya, Orang Kayo Hitam pun datang..

Kayo Hitam     : “ Akhirnya aku menemukanmu.. salam.. hai putri nan cantik jelita.. Aku telah lama mencari pasangan hidup. Dan aku menemukan helaian rambutmu yang indah nan halus ini. Wahai ratu Mayang Mangurai, aku adalah Orang Kayo Hitam. Maukah engkau menikah denganku?”

Semua Putri    : Haaahh…. Sudah kuduga, dia bukan pemuda sembarangan, dia adalah anak dari Datuk Paduko berhalo yang agung itu.

Mangurai        : “ Wahai Orang Kayo Hitam, meski aku mengenalimu sebagai Raden. aku tidak bisa begitu saja menerima pinanganmu, aku mempunyai syarat, pergilah ke pulau jawa dan berikan bunga abadi dari gunung tertinggi disana.

Kayo Hitam     : “ Baiklah, aku akan pergi mencari bunga itu. Tunggu aku kembali!


Orang Kayo Hitam pun pergi mencari bunga yang di maksud oleh sang ratu Mayang Mangurai. Dengan berbagai rintangan, akhirnya ia pun mendapatkannya dan pergi menemui Ratu Mayang Mangurai.


Kayo Hitam     : “ Wahai ratu Mayang Mangurai, kupersembahkan ini untukmu.” (memberikan bunga itu kepada ratu Mayang Mangurai)

Mangurai        : “ Ternyata kau berhasil wahai Orang Kayo Hitam. Engkau memang benar-benar gigih. Sesuai janjiku.. aku mau menikah dengan mu.”


Orang Kayo Hitam pun menikah dengan Ratu Mayang Mangurai. Orang Kayo Hitam membawa istrinya itu menemui ayahanda dan ibundanya.   

Sesampainya disana..


Kayo Hitam     : “ Ayahanda.. ibunda.. aku datang kemari membawa pendamping hidupku. Namanya Mayang Mangurai..”

Pinang Masak : “ Akhirnya.. apa yang ibunda doakan dan ibunda inginkan terkabulkan, semoga engkau bahagia wahai anakku Orang Kayo Hitam.”

Kayo Hitam     : “Terima kasih ibunda..”

Mangurai        : “Terima kasih ibunda..”

Datuk Berhalo : “ Wahai anakku Orang Kayo Hitam, aku lihat hidupmu sudah bahagia, kau sudah mendapatkan pendamping hidupmu. Aku mempunyai sesuatu untuk kau dan istrimu. Ini, kuberikan perahu Kajang Lako dan 2 ekor angsa putih. Pergilah berlayar dan ikuti kemana angsa tersebut pergi. Dan apabila 2 ekor angsa tersebut berhenti di suatu wilayah hingga 2 hari, maka tempat itulah dimana kalian akan tinggal.

Kayo Hitam     : “ Baik ayahanda.. terima kasih. Aku bersama istriku akan pergi sekarang..”

Setelah menyusuri sungai batang hari kedua angsa tersebut berhenti dan menginap di sebuah tempat bernama Kampung Tenadang. Dan mereka membangun sebuah kerajaan baru yang disebut “Tanah Pilih”. Orang kayo hitam melihat di sekitar sungai batanghari itu banyak sekali ditumbuhi pohon pinang.


Oleh karena itu, Orang Kayo Hitam menamai daerah itu dengan nama Jambi. Dalam bahasa jawa, pinang disebut Jambe. Orang kayo hitam mendirikan kerajaan yang secara turun temurun kerajaan jambi dikuasai oleh anak-anak orang kayo hitam. Seluruh rakyat dalam kepemimpinannnya hidup dalam damai.