Selasa, 20 Oktober 2015

Masalah PDPT di IAIN STS JAMBI

Bicara masalah PDPT, pasti timbul pertanyaan, apaan sih sebenarnya PDPT itu?
dan kebetulan banget kami mahasiswa IAIN STS JAMBI lagi pada bersibuk ria dengan yang satu itu.

PDPT (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) , yang sekarang jadi trending topic di IAIN, terutama di IAIN Jambi, sampai-sampai mahasiswa dibuat bingung sama yang satu ini.. perintah dari Prodi untuk mengisi data pribadi yang berisi nama mahasiswa, sekolah asal, nilai di KHS, IP, dan IPK ..

Apa yang terjadi dengan kampus ini? loh koq sampai mahasiswa yang diminta untuk mengisi datanya sendiri dan diserahkan ke Prodi? Lalu apa fungsi Puskom, Prodi? bukankah seharusnya itu kewajiban mereka mengenai data mahasiswa.

Saya baca berita mengenai polemik PDPT ini "Polemik Ijazah IAIN"

Data mahasiswa Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang memang tidak terdaftar di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI). Wajar saja, karena PDPT hanya mewajibkan untuk perguruan tinggi umum, sedangkan PerguruanTinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari informasi yang didapat terakhir PTKIN hanya dianjurkan.
Meski demikian ini menjadi polemik tersendiri bagi PTKIN, pasalnya beberapa intansi yang menerima lamaran selalu mencek apakah ijazah tersebut sudah terdaftar di PDPT-DIKTI atau belum. Jika tidak melalui verifikasi seperti itu lamaran tidak akan diterima.
Seperti kasus yang dialami Zilfa Roni, alumni Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang. Ia tidak bisa mengajar di perguruan tinggi lantaran tidak lulus administrasi saat mengurus nomor induk dosen. Tidak lain administrasi yang tidak bisa di laluinya yaitu ijazah strata II-nya ketika dicek tidak terdaftar di PDPT.

”Saya sudah mencari solusinya ke IAIN untuk mengurus membuat surat keterangan bahwa ijazah tersebut memang tidak terdaftar di PDPT-DIKTI. Namun prosedur mengurusnya lama dan tidak sampai batas waktu yang ada,” ujar Zilfa Roni.
Meskipun IAIN berada di Kemenag ataupun DIKTIS (Direktorat PerguruanTinggi Islam), Ia sudah mencek ke pangkalan data DKTIS IAIN juga tidak terdaftar.
Saat dikonfimasi, Wakil Rektor Bidang Akademik, Syafruddin menjelaskan, IAIN Imam Bonjol Padang memang belum terdaftar namun sedang proses pemasukan data ke PDPT.
Selain itu, IAIN sudah dianjurkan untuk memasukan data mahasiswa ke pangkalan data. ”Saat itu kita sudah mulai proses meng-update data tersebut. Dengan menyiapkan semua system sudah semi-online, agar semuanya berjalan lancar,” ujar Syafrudin di ruangan kerjannya, Kamis (25/6).
Tahun 2012 lanjutnya, hanya sosialisasi dan butuh system IT matang yang bias menjalankan hasil sosialisasi itu. ”Memang ketika dicek di PDPT DIKTI kita tidak ada. Wajar saja kita tidak ada karena kita di bawah payung DIKTIS bukan DIKTI,” tegas Syafruddin.

Syafrudin memaparkan, ini memang permasalah seluruh PTKIN, namun ada beberapa PTKIN yang sudah memasukan data tersebut ke PDPT, karena mereka memiliki sistem untuk itu.
“UIN Jakarta saja minggu lalu juga terkendala masalah ini, ada mahasiswa S2nya yang ingin mendaftar ke Universitar Brawijaya, jadi masalah juga. Padahal IT mereka sudah mantap,” tegasnya.
Dosen Fakultas Usuludin ini mengakui ini salah satu keterlambatan IAIN memasukan data mahasiswa. Pasalnya IAIN masih semi-online ataupun manual. ”Kita akan berupaya secepatnya,” terangnya.

Ia juga menegaskan, setiap ada yang bermasalah dengan ijazahnya silahkan langsung pergi ke kampus kalau tidak biasa hubungi pihak kampus. “Kita akan cari solusinya nanti,” katanya.
Staf Akademik Mahasiswa (AKAMA) IAIN Imam Bonjol Padang Zulfendri mengungkapkan, sejak tahun 2012 kita sudah memulai dengan membuat semua transaksi pendaftaran, input KRS dan lainya dengan sistem online, itu salah satu bentuk upaya IAIN.
”Tahun 2015 kita sudah mendata ulang mahasiswa, kemudian data itu sedang di sotir di DIKTIS. Masih banyak tahap selanjutnya,” tegas Zul.
Lanjut Zul, tahun ini cara lain dalam mengupayakan usaha tersebut dengan menciptakan pendaftar mahasiswa baru jalur mandiri online yang secara langsung data mahasiswa otomatis terkumpul, kalau seperti ini IAIN akan mudah memasukan data mahasiswa ke PDPT.

DIKTI dan DIKTIS

Dari informasi yang diterima, DIKTIS dan DIKTI sedang membicarakan supaya mempunyai satu PDPT yang sama. Hal ini disampaikan Zulfendri, semoga dalam waktu dekat ada lembaga sendiri yang bisa menampung data ini.
“Sekarang format yang diminta DIKTI dan DIKTIS itu berbeda, butuh kesamaan untuk itu,” harapnya.
Zul menjelaskan, untuk meng-update data tersebut butuh system otomatis agar terhubung ke PDPT-DIKTI, hal itu menggunakan System Akademik (SIAKAD). “Dan ini masih kita usahakan,” ujarnya.
Zul menyayangkan, banyak perusahaan swasta yang menerima karyawan hanya melihat data ijazah ke DIKTI padahal kitadibawah DIKTIS. “Tidak bisa disalahkan kita saja, bagian atas (DIKTI dan DIKTIS) juga terkendala dengan ini dan mereka berusaha mencari solusinya,” papar Zul. (*)


---__---

Haduh gimana nasib kita ini ya yang ngampus di IAIN, sekalian aja kampus di tutup.

Jumat, 09 Oktober 2015

Gara-Gara Emak Gaoel & Smartfren-Nya


Kenalin nih, namaku Danang Budi Pramono, biasanya dipanggil Danang sama teman-teman, ada juga yang panggil Dan, Nyet, Nyot, Cuk. Dan aku terima semua panggilan itu. Karna aku pengen akrab sama semuanya, hehe.
Nah, sekarang aku kuliah di Jurusan Bahasa Inggris di IAIN STS JAMBI, yah pokoknya kampus disamping UNIVERSITAS JAMBI itu loh, geser dikit. Dan yang sering dijuluki kampus biru, karna almamater kami biru. Hidup mahasiswa :D .

Kalau ngomongin masalah blog, jadi pengen ngebahas masalah apa yang dilakuin keseharian ini. Pengen sih ada suatu hal yang bikin greget, dan iyak Media blog ini aku jadikan sebagai tempat memuat kabar mengenai Komunitas bahasa inggris yang aku dan teman-teman buat. Di blog itu biasanya aku cantumkan cerita dari kegiatan yang telah kami lakukan. Selesai belajar bahasa inggris, kumpul-kumpul ngak ketinggalan berfoto ria dengan teman-teman anggota semua. Kemudian dijadikan artikel postingan cerita umum di blognya.

Ngak lupa juga, ada postingan-postingan belajar tambahan gitu, entah itu artikel yang mesti dibahas pertemuan selanjutnya atau apapun itu, yah namanya juga anak bahasa. Ada aja yang jadi omongan nantinya.

Oh iya belum dibahas soal komunitasnya, nama komunitas bahasa inggrisku itu HEAT. HEAT? Loh apaan itu, panas yak? :D . nah HEAT ini kepanjangan dari Happy English And Trick. Pasti ada yang bertanya “koq namanya aneh gitu?”. Memang sih namanya mungkin terdengar kurang menarik kali ya, tapi bagi kami itu mempunyai filosofi tersendiri, makna dari HEAT itu sendiri adalah seperti do’a bagi kami “Semoga kami bersuka ria dengan bahasa inggris ini” dari kata Happy English itu sendiri, lalu And Trick ( dan kiat-kiat ).
Nah, jadi di komunitas ini kami gambarkan bahwasanya kami masing-masing para anggota mempunyai kiat atau cara-cara tersendiri dalam belajar dan mengembangkan bahasa inggris kami. Begitu ceritanya.





Blog untuk HEAT sendiri aku yang membuatnya, bisa diakses disini. Harapan kedepannya sih semoga nantinya blog ini bisa jadi seperti blognya EMAK GAOEL, yang udah lumayan terkenal. Et cieeee...
Dan bisa ngadain lomba juga, tapi ya beda. Lombanya mungkin menulis artikel bahasa Inggris ataupun cerpen bahasa inggris gitu, hehe.
Jangka panjangnya sih nantinya, aku harap komunitas ini berjalan baik dan makin baik lagi, makin besar dan besar lagi. Dan anggotanya tentu semakin banyak dan greget.
Dan blog nya yang aku buat ini jadi situs yang di akses buat para penggila bahasa inggris di seluruh nusantara ini, sebagai acuan belajar juga, penambah ilmu gitu. Yah, mungkin Cuma itu yang bisa diceritakan, maklum kurang bisa menulis, kurang berpengalaman initinya. -_-

Nah, aku posting blog ini pakai dukungan banyak aplikasi, yang pertama sih Microsoft Word, ya iyalah buat nulisnya sebelum di post, terus buat fotonya aku ngambil pake Camera 360 dari hape lumia aku Lumia 520, terus Photoshop buat nambah sedikit pencahayaan, nah ngak lupa di halus-halusin dikit pakai Photoscape, biar jadi keren lagi. Nah sudah itu, langsung deh di post. Semoga EMAK GAOEL suka sama cerita yang ruwet ini. Let’s blogging and GO FOR IT. Hail Smartfren
Terimakasih :D


Teman yang lain yuk pada ikutan