Berbicara soal semata wayang, tentu dan pasti kalian berfikir bahwasanya menjadi anak tunggal itu sebuah anugrah luar biasa, iconic, dan satu-satunya yang menjadi harta karun keluarga baik itu laki-laki maupun perempuan. Dan sangat kebetulan aku terlahir menjadi seorang laki-laki. Padahal dulu kata orang tuaku, mereka mengharapkan kelahiran bayi perempuan yang akan diberi nama "Naning Budi Pertiwi" , nama yang sudah begitu akrabnya dengan suku jawa tentunya. tapi sangat disayangkan, terlahirlah aku seorang laki-laki tihyang jawi sakti mandraguna mangkurogo ing bhumi ngayogyokarto. Yap, gelar yang aku beri sendiri untukku karna aku terlahir dengan nama "Danang Budi Pramono" nama yang kira-kira memiliki arti "Seorang lelaki yang cerdas dan baik akhlaknya". Aku dilahirkan di desa Bibis, Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jogja? Lho, kirain di Jambi lahirnya. kata-kata itu kadangkala jadi pertanyaan yang muncul oleh teman-teman yang baru kenal. Tentu saja, karna memang sudah terlalu lama mendiami pulau Svarnadvipa ini. yang kira-kira mulai tahun 1996 sampai sekarang. jadi memang sudah terlalu lama menjadi anak sumatra yang tentunya masih memegang teguh budaya jawa, segi bahasanya saja sih :D
Pertanyaan dari saya nih, pernahkah kalian yang bukan anak tunggal beranggapan bahwasanya menjadi anak tunggal itu enak, tenang, bahkan keren? Asal tahu saja menjadi anak tunggal itu enak, tapi banyak hal yang tidak enaknya juga, mungkin bisa di bilang itu beban karna kamu harus menjadi anak sulung, bahkan anak bungsu, bahkan anak tengah. Jadi satu-satunya tumpuan harapan itu tidak semudah yang di bayangin di pikiran kalian lho, seriusan.
Bahkan, aku justru pengen yang namanya punya adik ataupun kakak, bisa memiliki pembimbing atau bahkan menjadi pembimbing dari saudara. Pastinya lebih seru donk, ada tempat berbagi cerita dan wacana. Ibaratnya kalau lagi galau nih sama pacar, bisa ada yang di ajak curhat tanpa malu-malu .. hehe
Tapi apa daya, sudah terlahir sedemikian jadinya. ya terima sadja lah yaw :D
Berikut ini fakta-fakta tentang saya Si Bujang Semata Wayang :
1. Aku cenderung tertutup dengan masalah pribadi
Yap, ndak bisa di pungkiri, aku sangat jarang sekali bercerita tentang hal pribadi kepada orang lain, toh menurut pendapatku sendiri meski bercerita pun, sulit bagi orang lain untuk memahami perasaan apalagi orang itu bukanlah dari kalangan anak tunggal. Solusi-solusi yang diberikan cenderung sulit ku pahami untuk diterapkan. Kurasa dari setiap masalah hanya aku sendiri lah yang tahu akan solusinya,
2. Akademis tapi acuh
Aku suka yang namanya ilmu pengetahuan baru, sangat suka. Apalagi dengan hal-hal yang berbau sejarah, geografi, dan astronomi. Tapi sangat jarang aku mendalami hal tersebut, bahkan ketika setiap ujian dari sekolah, kuliah pun aku tak pernah belajar. Mau itu dapat nilai tinggi ataupun rendah, tidak terlalu aku fikirkan. Tapi beruntungnya, nilai selalu baik. Alhamdulillah :)
3. Bukan dari keluarga agamis
Didikan agama seharusnya penting ya kan ya? Tapi untuk masalah ini, aku mengenyam keagamaan cuma sampai SD kelas 6, dan setelahnya tidak pernah lagi. Jadi tentang agama, yang kupahami hanyalah sisa-sisa kenangan pelajaran lalu -_- . Baca Al-Qur'an saja agak kurang greget, ini yang bikin malu. Gimana mau bimbing istri ngaji bareng nantinya. Tssssahhh
4. Dekat dengan orang tua, tapi ....
Kedekatan dengan orang tua, aku akui memang sangat dekat. Tapi tahu tidak? ketika timbul masalah dengan bapakku, wuahh sebulan bahkan lebih kami tidak saling menegur. Kalau lewat ya lewat begitu saja, padahal satu rumah. Bapakku sangat keras, aku pun demikian. Tapi ya ujung-ujungnya aku juga yang minta maaf terlebih dahulu :D , takut ngak di kasih uang jajan broh.. Kalau dengan mamak, bahkan curhat soal pacar pun sudah terlalu biasa.. tapi sayang si doi sudah kaga disisi lagi.
5. Suka banget jadi biang keributan
Ini yang paling shakti, sejak sekolah TK akulah biang keributan dari segala keributan, tapi guru-guru ngak sadar kalau aku yang memulai. Pernah sekali hal yang paling parah adalah aku minta kawan-kawanku yang agak bandel-bandel ngebully temen yang namanya masih ku ingat "Irwan Jerry Sihite", temenku yang punya badan paling kecil diantara kami semua. Badannya diangkat kemudian sama-sama masukin si dia ke dalam got depan sekolah, aku sih cuma ketawa-tawa aja, tapi akhirnya ketahuan dengan pak BK "Ryan" dan minta kami semua untuk giliran tidur di got sama seperti yang kami lakuin ke Irwan. Parah :D
6. Suka berangan-angan tinggi
Jelas, berangan tinggi itu jadi sesuatu yang menemani kesepian hati ini, terkadang berangan punya kakak, terkadang berangan punya adik, dan terkadang pula berangan punya calon istri cantik :D , beberapa adik kelas di sekolah atau di kampus kadang aku anggap adik sendiri, begitu pula kakak kelasnya jadi kakak sendiri, tapi kalau pacar orang ngak dianggap pacar sendiri koq (seriusan).
7. Manja? salah!
Orang lain biasanya berfikir anak tunggal pasti manja, dimanjain orang tua, apa-apa yang di minta pasti di belikan. Oh no, asal tau aja ya, aku bukan dari keluarga kaya raya yang bisa minta apa aja. Cuma dari keluarga yang punya sebidang tanah dengan beberapa tanaman sawit yang cukup buat hidup 3 orang di rumah. Itu saja sudah sangat bersyukur sama Allah, hehe.
8. Bebas, Tapi harus usaha sendiri
Bapak selalu menyinggung segala sesuatu hal yang menyangkut pribadiku, diminta untuk usaha sendiri, nentuin pilihan sendiri, kalau mau rumah beli sendiri, jodoh cari sendiri (kata mamakku suruh sama yang deket rumahnya), ah apa ini? haha. Baiklah kalau demikian, sudah terfikirkan. Aku ngak mau sama orang jawa, kenapa? pengen punya keluarga yang berbeda adat, budaya, dan bahasa. Majemuk itu indah :D dalam otakku sekarang.
9. Setia
Hal ini yang sebenarnya aku agak ragukan, tapi aku masukkan saja biar keren :D .. Akulah tipe orang yang setia dalam hubungan (kalau udah pas di hati), anti yang namanya bermain hati dengan yang lain ketika bersama si do'i. Tapi, pernah juga ditinggalkan dengan sebab yang bikin perih, namanya juga belum jodoh. Sekarang sendiri sih, belum ada yang mau terima apa adanya.
10. Hobi Jalan-Jalan
Salah satu hal yang bikin hati adem adalah jalan-jalan, tentu saja. Keindahan alam itu bisa menciptakan perasaan nyaman dan tentram. Selagi punya uang dan dengan sahabat sekawan, kemanapun akan di lajukan. Suatu saat puncak perjalananku adalah negeri matahari terbit, Insyaallah akan kesana menjemput harap.
11. Puitis
Laki-laki mana yang kesepian, lalu ia ngak menjadi puitis? ngak ada. Lihatlah sosok Zainuddin yang sendiri, ia bahkan menjadi sangat puitis bukan? Nah begitulah nasib si anak tunggal, terlahir sangat puitis. Bahkan bercanda pun bisa jadi romantis, ajegile. Aku pun demikian, sudah takdir menjadi pujangga untuk menghibur diri sendiri gan.
12. Suka musik tapi gabisa nyanyi
Lagu-lagu lama, populer, K-Pop, Arab, Jawa, Minang. Hampir semuanya aku suka, aku punya kumpulan lagu-lagu dari jaman baholak sampai jaman now yang kusimpan di Hardisk eksternal kesayangan. Bergiga-giga lah isinya, tapi yang sering di putar ya cuma Via Vallen sama Ratu Sikumbang. Kan dua-duanya populer di genre masing-masing :* Love em.
Menirukan lagu-lagu mereka jadi hobby, tapi suara yang fales jadi kendala, sayang sekali ya hobby yang tidak sejajar dengan kemampuan wkwkw.
13. Suka perempuan berpenampilan natural, tapi bisa masak
Laki-laki donk kalau sukanya sama perempuan, kalau sukanya sama laki-laki juga, kalian tahu lah itu spesies apa haha (Dinoraurus). Tidak bermake-up tebal, bergincu, berpensil alis, pipi merah-merah kayak habis di tampar onta arab yang ku suka. Natural itu lebih indah, lebih terlihat sisi kewanitaannya. Dan yang pastinya bisa masak, tapi bukan cuma masak air dan nasi goreng aja lho ya, minimal bisa masak ayam sambal yang enak, tumis kangkung super krenyes dan rendang juga boleh.
Aku suka banget mengkritik makanan, jadi kalau suatu saat mau masakin. siap-siap di kritik ya, pedes nya makin kerasa bakalan :D
Nah, ono tadi sedikit cerita-cerita yang ngak begitu penting. Tapi akhirnya jadi penting buatku sendiri. Buat kalian yang merasa anak tunggal juga, komen donk di bawah. Apa kalian juga merasakan hal yang sama kaya aku?
- Ness, 4 September 2018
